Seperti canang yang tak sengaja terinjak

Ini baru pukul delapan malam dan jalanan Seminyak sepi sekali.  Kami berpapasan dengan mobil pengangkut sampah, pasangan yang berboncengan, dan satu dua kendaraan yang segera dilupakan. Jalan motor bebek pelan, tapi dada rasanya agak tertusuk, mungkin karena tadi hujan, dan kaos yang saya pakai tipis… Read More

Khawatir banget ya, kemarin?

Saat terjaga pagi tadi, saya tak mendapati Maesy di kamar. Samar-samar ingatan muncul, Maesy berkata ia akan berjalan kaki di luar. Sepertinya saya sempat bilang agar ia tak bergerak terlalu banyak dan ia mengusap kepala saya, lantas berlalu, dan saya tak ingat apa-apa lagi. Saya… Read More

Bulan Maret, Setahun Kemudian

Ini hari Minggu dan kami berdua saja di toko buku, Maesy dan saya. Shinta sedang libur dan Annie minta ijin mengerjakan sesuatu untuk urusan pindah kos. Tadi siang kami datang dengan kopi panas di tangan Maesy, dan kardus besar yang membuat pinggang sakit di tangan… Read More

Meng

*Cerita ini ditulis akhir tahun lalu untuk zine kucing yang bubar sebelum terbit. Karena lagi kangen toko buku dan pasar, jadi dipasang di sini.  — Henry “Hank” Chinaski terperanjat saat wajahnya disemprot air beraroma minyak eukaliptus. Ia menelusup ke bawah meja, terbirit-birit, membuat anak muda… Read More

Ingatan-Ingatan Aoetearoa

Dan kami kembali di sini, di jalanan lapang di antara padang rumput yang tak habis-habis, dan langit yang luas, dan biru, dan awan-awan yang menggerumbul seakan memanggil-manggil. Kami bergerak ke selatan di Aotearoa yang tetap dingin di musim panas. Maesy ada di sisi, membantu navigasi,… Read More

Di Peternakan Twamley

Tiga anak kecil yang mengendarai traktor menghampiri kami. Yang paling besar, yang kemudian kami kenali bernama Thomas, bertanya apa kami tamu yang akan menginap di peternakan Twamley. Begitu Maesy mengiyakan, ketiga bocah melompat dari traktor lalu menunjukkan jalan. Elizabeth si pemilik peternakan sudah ada di… Read More

Dari Sisi Timur

Kami menyetir meninggalkan Hobart dalam hujan yang tak berhenti. Ini artinya Andy, si pemilik kebun anggur di Richmond, cuma asal omong. Kemarin, dengan penuh keyakinan – sambil menjabat tangan Maesy segala – Andy bilang agar kami tak percaya ramalan cuaca. Sudah berbulan-bulan Tasmania tak berhujan,… Read More