Di malam bulan Desember yang dingin, yang anginnya membuat pipi terasa kebas, Maesy berjalan kaki menjauhi stasiun Den Haag Central sambil menangis. Ia bersedih karena hari-hari perkuliahannya di Belanda akan segera berakhir. Malam-malam tanpa tidur menjelang ujian, senda gurau tengah malam di kamar asrama bersama… Read More
All posts by “The Dusty Sneakers”
15/5
Candice menyebut Milan Kundera saat saya bertanya padanya penulis yang ia rekomendasikan bagi pengunjung POST. “Tapi Candice, pembaca Kundera di Indonesia lumayan banyak, kok. Beberapa malah sudah diterjemahkan.” “Aduh, begini ya, jumlah pembacanya tidak akan pernah cukup. Ia sebagus itu,“ Candice berkeras. Jika penjaga toko… Read More
A Tale of Two Sundays
On a Sunday afternoon three weeks after I arrived in Bangalore, I found myself sitting in a tea house, feeling that, for the first time since I landed in India, I did not want to order masala chai. The tea house was the one in… Read More
Frere Lampier yang Menyalakan Lampu di Malam Hari
Sudah lewat tengah malam saat George Whitman berjalan tertatih di ruang tengah toko bukunya. Malam itu ia sulit tidur. George — yang rambut putihnya tergerai awut-awutan — berjingkat-jingkat di antara belasan anak muda yang tidur bergelimpangan, beberapa di antara mereka penulis petualang, yang lain pejalan… Read More



