comments 3

On One Impulsive Road Trip

Saat terdengar lagu dalam bahasa entah apa dari CD si Arip,

“Ini lagu Sierra Leone, man!” Kata Ginting

“Bukan! Ini lagu, tunggu,.. Hebrew!” Kata saya

“Bodoh! Nadanya pentatonik, definitely Sierra Leone!” Ginting semakin membabi buta

“Lu bego! Denger,ini bernada ultra sonic,sudah pasti Hebrew!” Waduh.

Sungguh kami sangat paham apa yang sedang kami bicarakan.

 

Saat Ginting menghentikan mobil tepat disamping seekor kuda dan menyuruh Arip menanyakan arah pada kuda yang mulutnya berbuih itu,

Arip: “Numpang tanya, ke desa Pamempeuk lewat mana ya?”

Kuda: ..?+(*&M*%$#…

Di dekat si Kuda ada seorang pria Sunda. Ia mencoba menerjemahkan si Kuda ke dalam Bahasa Sunda halus yang hanya dimengerti Arip

Orang Sunda: #@%&/-!?GG^:)

Arip: “Ok kang. Nuhun nyak

Dan kami pun mengikuti petunjuk. Dan tersesat.

 

Saat kami hampir mencapai tujuan,

Ginting: “Coba cium, mulai bau kayu bakar. Bentar lagi sampai.” (sok tau)

Saya: “Dari sejam yang lalu udah ada bau kayu bakar, Ting. ” (menjawab asal)

Ginting: “Untuk orang yang upilnya sampai berkerak, lumayan juga penciuman lu, man!”

Sekali lagi kami salah jalan.

 

Btw, meet one of the coolest old man on the road:

.

From the road, October 24th 2010

Twosocks

Advertisements

3 Comments

  1. ninit

    “Sungguh kami sangat paham apa yang sedang kami bicarakan.” <- yang baca tulisan ini juga sangat paham apa yang kalian bicarakan…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s