“Dear Lord, don’t let me fuck up” – Shepard’s prayer. And we didn’t!! Pada sebuah hari Minggu di bulan September, kami mencapai puncak Merbabu! Melewati hujan lebat, angin kencang, tanjakan licin, kabut tebal, kegelapan, bahkan diatas semuanya, omelan Ida!! Woohoooooo!!! Merbabu tidak securam Merapi, namun… Read More
All posts filed under “Kawan Perjalanan”
The Unwitting Philosophers
I stumbled across this piece of wisdom, scrawled on the wall of a hostel’s toilet by a traveler with a knack for philosophy, during my break from Manuel Castells and Alain Touraine[1]. As a person who happens to despise motivational speakers, inspirational quotes, or popular… Read More
India: When We Were Back on the Road!
Hampir setahun sejak saya dan Gypsytoes bertualang sendiri-sendiri. Ia berjalan dan menari di pojok-pojok Eropa yang eksotis sementara saya melihat matahari terbit di sudut-sudut Indonesia yang masih selalu memberi kejutan. Namun pada sore yang sejuk di awal bulan Agustus, kami bertemu kembali di sebuah tempat… Read More
A Night When I Was a Pretty Cool Driver
Untuk urusan berjalan kaki, bisa dibilang saya cukup bisa diandalkan. Menembus hutan menuju kampung Cibeo, atau bahkan menyusuri jalanan tandus yang sepi ke desa para keturunan Nabataeans. Untuk orang yang mulai memasuki tiga puluh, saya lumayan juga. Tapi tidak untuk mengemudi jarak jauh. Untuk yang… Read More