comments 5

620 Stairs of Mount Galunggung

Arip Syaman Sholeh pingsan saat mendaki gunung Galunggung!

Gawat sekali!

Tenang, kisah tentang kawan saya ini tentulah konyol dan bodoh. Jangan membayangkan sebuah ekspedisi pendakian yang menegangkan. Gunung yang terakhir kali meletus tahun 1982 ini sama sekali bukan gunung dengan medan yang berat. Untuk mendaki melihat kawahnya kita cukup menaiki 620 anak tangga. Yap, anak tangga saja! Jadi pergilah ke Gunung Galunggung,  17 km dari Tasikmalaya melewati jalan-jalan desa kecil, naiki 620 buah anak tangganya dan nikmati pemandangan kawah yang sungguh indah.

The 620 stairs, walk it up!

Lalu, kenapa Arip Syaman Sholeh pingsan saat menaikinya?

Karena dia, well, Arip. Bagi yang mengenalnya, itu sudah cukup menjelaskan. Hal-hal ganjil selalu terjadi padanya. Tapi baiklah, kawan saya yang baik hati ini, ia sangat membenci tangga. Menaiki tangga akan membuatnya terengah-engah, sesak napas, dan yah, pingsan.  Dulu dalam sebuah perjalanan di Bangkok, ia memutuskan untuk tidak ikut berjalan karena musti melewati jembatan penyeberangan. Jembatan penyeberangan!! Jadi di gunung Galunggung ini, saat saya, Ginting, dan Sinta begitu riang menaiki tangga dan melihat pemandangan, arip tertinggal di belakang. Saat Sabilla, fariz, dan keponakan-keponakan Sinta yang lain yang juga diajak dalam perjalanan ini begitu ceria, Arip tersengal-sengal di bawah. Sabilla dan Fariz bahkan beberapa kali sempat naik turun tangga memberi semangat pada Arip.

The Crater of Galunggung

Setelah 620 anak tangga dinaiki, terhamparlah pemandangan kawah yang menakjubkan.  Inilah hebatnya puncak gunung, ia akan mempesona semua orang yang mencapainya. Mulai dari pendaki  gunung kawakan sampai yang amatiran macam kami ini.  Mulai dari gunung terberat sampai sekedar gunung Galunggung yang dinaiki dengan tangga. Di sinipun ada beberapa kursi kayu tempat kita duduk melihat kawah. Untuk saya, rasanya sunyi dan tenang sekali.

The Bahrlfeldts Family

Bring the kids to the nature!

Tapi di sinilah tragedi si Arip dimulai. Setelah puas duduk di kursi kayu melihat kawah, saya, Ginting, Sinta, dan keponakan-keponakan Sinta yang selalu kegirangan itu memutuskan berjalan menuju tempat yang sedikit lebih tinggi. Sebelum berjalan kami sempat melihat Arip yang akhirnya berhasil menaiki tangga ke 620 lalu ngejogrok di sebuah kursi kayu. Kami semua berpikir Arip cuma lelah jadi kami terus berjalan ke atas meninggalkannya di sana. Ternyata si Arip pingsan. Napasnya habis jadi tak sanggup berteriak memanggil-manggil. Demi Tuhan, ini cuma naik tangga dan Arip, yang walaupun mukanya boros, ia bahkan belum 30 tahun! Kami semua berpikir Arip cuma pemalas dan memutuskan untuk tidur-tiduran saja di sana. Menjelang senja saat kami kembali ke sana, ia tampak duduk dan memasang muka penuh dendam. Mulailah si Arip memaki-maki. Menyuruh kami mati saja dan sejenisnya. Rupanya setelah pingsan, ia sempat dibantu oleh beberapa pemuda yang juga naik ke sana. Ia diberi air dan pelan-pelan mulai segar lagi. Setelah puas memaki-maki, kami semua kembali tertawa-tawa. Arip diam-diam senang karena punya bahan untuk memaki-maki kami dalam waktu yang panjang. Ginting pun seperti biasa menyelamatkan diri dan mulai meyakinkan Arip bahwa ini semua salah saya. Dan Arip, seperti biasa termakan hasutan Ginting, jadi ia masih sebal pada saya sampai hari mulai gelap. Sungguh orang-orang yang ganjil.

Malam itu kami turun menuju desa Cisayong di kaki gunung Galunggung. Kami akan ditampung menginap di rumah Bi Iyoh. Rumah ini adalah rumah masa kecil ibunya Sinta dan Bi Iyoh ini dulu yang mengasuhnya. Jadi di sanalah kami, tidur berjajar-jajar di sebuah rumah kecil di pinggir sawah dan kandang bebek. Seperti biasa, kami mengenang hari itu sebagai sebuah perjalanan yang menyenangkan. Malam itu Cisayong agak berhujan, dan kami tidur lelap bersama suara hujan dan kodok-kodok.

Oh ya, saya belum menampilkan foto eksklusif si tokoh utama Arip Syaman Sholeh! Ini dia. Sedang melakukan pemanasan sebelum naik tangga. Sungguh pemuda yang malang, ia tidak tahu nasibnya beberapa menit kemudian.

One poor soul

Keep walking guys!

February 2010, Twosocks

Advertisements

5 Comments

  1. Arip

    I am confuzzled!!! confused & puzzled!!!…I forgive u man even before u made any mistakes….

  2. dustysneakers

    be prepared for gunung gede in April. start work out rip!you wanna rewrite your history, no?

  3. Krishna

    Ini baru cerita lucu banget. Arip tergeletak di kursi, pingsan, sementara semut rangrang mulai menggerayangi selangkangan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s