Pria dengan gaun bermotif bunga sepanjang lutut maju ke depan mimbar. Rambutnya pirang, panjang, dibiarkan tak diikat. Bibirnya bergincu merah. Di mimbar ia membacakan puisi karyanya. Puisi tentang seseorang yang perlahan bangkit dan membebaskan diri dari keharusan menjadi pribadi yang bukan dirinya. Puisinya biasa saja, sebetulnya,… Read More
All posts by “The Dusty Sneakers”
New York Blues
Seorang kawan pernah berkata, New York adalah kota yang indah untuk jatuh cinta. Kota dengan alunan terompet yang merayap-rayap di antara gedung-gedungnya. Berjalanlah di antara gemerlap Manhattan, di sepanjang Brooklyn Bridge, rasakan denyut mereka para New Yorker. “The glamour of it all!!” seru Charlie Chaplin.… Read More
A Remedy for Loneliness
“Did you know that Tolkien had a drinking club? He used to invite some writer friends to his parlor to drink and write for an evening.” Overheard at Jarndyce Antiquarian Booksellers in London, from a staff member to an antique bookseller who was visiting from… Read More
Pada Akhirnya, Ia Adalah Hal-Hal yang Berkecamuk di Kepalamu
Perempuan Navajo itu memberi petunjuk yang — dalam situasi lain– akan terdengar absurd. “Ikuti jalan tak berujung ini, terus ke sana, kalau kau beruntung ketemu ujung, beloklah ke kiri. Di tempat di mana dua gunung mengapitmu, akan tampak olehmu bangunan dengan tulisan berbahasa Navajo. Tak… Read More



