Alex dan Adam, kakak beradik tujuh dan lima tahun, bermain-main di kebun belakang penginapan. Dari balkon kayu di teras, saya melihat mereka berkejaran, berteriak-teriak, memanjat jaring-jaring di rumah kayu mainan, berjungkir balik, berguling-guling di rumput, dan saling tertawa. Pagi itu adalah akhir pekan saat Maesy… Read More
All posts by “The Dusty Sneakers”
Behind the Pages
Behind the pages of every book, there is a trembling writer, and in the case of The Dusty Sneakers: Kisah Kawan di Ujung Sana, there are two. Writing a book is one of the scariest things that Twosocks and I have ever done in our… Read More
Tentang Bulan yang Penuh Senyum Riang dan Kantung Mata yang Menggantung
Kami akan mengenang bulan September lalu sebagai bulan dengan banyak gelak tawa sekaligus garis hitam di bawah mata. Ia sibuk sekali. Soal pekerjaan, juga hal-hal lain. Ia dimulai dengan sebuah upacara adat besar tiga puluh tahunan di pura keluarga di Bali. Soal upacara begini, yang… Read More
Perayaan Kecil untuk Kisah Kawan di Ujung Sana
Tepat satu minggu yang lalu, saya berlari pulang dan menerobos pintu apartemen dengan gegap gempita. Begitu pintu dibuka, Twosocks menyambut dengan berlari kecil dari pintu kamar bersama sebuah buku bersampul biru di tangannya. Dia acungkan buku tersebut ke wajah saya. Kami bertatapan, membelalak, lalu berteriak… Read More



